Henn na Hotel pertama dibuka pada tahun 2015 di Theme Park Huis Ten Bosch, Nagasaki, Jepang. Hotel yang dimiliki oleh H.I.S ini rencananya akan menjadi 1 dari 8 “robot hotel” yang akan dibangun di Tokyo, Osaka, Fukuoka dan Kyoto. Yang menarik dari “robot” hotel ini adalah staf yang bekerja untuk melayani para tamu adalah robot. Ada 234 staf robot yang akan dioperasikan di Henn na Hotel Nagasaki ini.

Menurut H.I.S gagasan awal pembangunan “robot” hotel ini adalah sebagai respon terhadap issue sosial dimana diprediksi akan terjadi kekurangan tenaga kerja di 3,000 kamar hotel di seluruh jepang yang akan beroperasi pada Olimpiade 2020. H.I.S berpikir bahwa staf robot akan menjadi solusi yang tepat untuk masalah ini.

Tapi apakah memang benar?
Awal tahun 2019 ini ternyata Henn na Hotel Nagasaki telah “memecat” hampir setengah dari staf robot yang mereka miliki, dan kembali menyediakan staf manusia biasa. “Pemecatan” ini terjadi karena banyaknya complain yang datang, baik dari tamu yang menginap maupun dari staf manusia yang ada. Ternyata banyaknya jumlah pekerja robot malah menyebabkan meningkatnya pekerjaan tambahan yang harus dilakukan oleh pekerja manusia alih-alih efisiensi.

Selain itu banyak juga complain yang datang dari para tamu, terutama mengenai private robot yang diberi Churi, yang ada di setiap kamar. Contohnya, ketika ada suara dengkuran dari tamu Churi malah menginterpretasikan suara dengkuran ini menjadi perintah yang harus dilakukan sehingga mereka malah melakukan aktivitas tersebut yang menyebabkan tamu terbangun.

Sementara itu staf robot yang ditempatkan di bagian resepsionis juga ternyata banyak mendapat complain, karena mereka tidak bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan, bahkan pertanyaan mendasar seperti supermarket terdekat dan lain-lain.

Akibatnya, banyak panggilan yang dilakukan kepada staf manusia untuk memperbaiki hal-hal yang terjadi pada staf robot ini, yang mengakibatkan adanya pekerjaan tambahan yang harus dilakukan oleh staf manusia. Salah satu staf mengakui bahwa mereka cukup lega atas “pemecatan” yang dilakukan terhadap staf robot ini karena akhirnya mereka terbebas dari panggilan pelanggan untuk menolong menangani masalah yang terjadi akibat perbuatan dari staf robot.
Saat ini staf robot yang masih dipertahankan adalah yang memang bertugas untuk mengantar koper ke kamar tamu atau menjaga konter penitipan koper.

Lucu juga ya, melihat bahwa ternyata teknologi tidak selamanya bisa memperingan tugas manusia, malah menambah beban pekerjaan yang tidak perlu. Anehnya lagi, hal ini terjadi di Jepang, yang notabene merupakan salah satu negara yang “Canggih” di dunia, yang harusnya teknologi yang digunakan sudah merupakan teknologi yang paling mutakhir. Mungkin memang di bidang-bidang tertentu seperti hospitality dan kesehatan, yang banyak berhubungan dengan manusia, robot belum bisa secara penuh menggantikan tugas manusia.