One of the things yang nyata dan jelas terimbas dari Pandemi Corona ini adalah budget kita. Apapun bidang usaha Observer dari mulai dokter apalagi konsultan, disaat seperti ini, banyak terimbas dengan adanya Corona. Pendapatanpun berkurang drastis. Apalagi kalau Observer memiliki penghasilan pasif dari kos-kosan seperti rumah kost di Alesha. Rumah courtyard yang setiap unit barunya dilengkapi dengan 6 kamar tidur, kamar mandi dan dapur yang tersedia di setiap lantai untuk memudahkan para penghuni kost ini, seyogyanya bisa menjadi sumber pendapatan pasif yang dapat diandalkan. Tetapi dengan diberlakukan school from home dan kampus-kampus pun meliburkan diri dan menerapkan distance learning, maka rumah kos Observer beresiko berkurang pendapatannya. Pertanyaan selanjutnya, apakah Observer akan tetap mampu membayar cicilan KPR untuk unit Alesha Observer tanpa pendapatan ini.

Benar, Otoritas Jasa Keuangan atau OJK melalui aturan POJK Nomor 11/POJK.03/2020 tentang Stimulus Perekonomian Nasional sebagai Kebijakan Countercyclical sudah memberikan “blessing” bagi bank untuk melakukan relaksasi kredit terutama bagi UMKM dan bagi mereka yang terdampak langsung dari wabah Corona ini.  Sayangnya, setiap Bank memiliki kebijakan dan definisi sendiri-sendiri terkait siapa yang terimbas langsung dan batasan kredit seperti apa yang dapat diberikan keringanan serta kriteria nasabah seperti apa yang dapat diberikan keringanan. Belum lagi, tidak semua bank bersedia memberikan keringanan ini.  Contohnya, Bank tempat saya mengambil KPR hingga saat ini belum memiliki kebijakan tersebut.

Tapi, kita tidak bisa berdiam diri.  Cicilan yang tidak dibayar bisa berdampak unit Alesha Observer disita oleh Bank sebagai kemungkinan terburuk.  Salah satu cara yang mungkin dilakukan pada saat ini adalah dengan meneliti anggaran atau budget rumah tangga dengan cermat dan teliti. Berikut beberapa pos yang mungkin bisa Observer perhatikan dengan seksama:

1.Teliti saldo kartu kredit dan syarat dan ketentuan dari masing-masing kartu kredit yang Observer gunakan dan jawab beberapa pertanyaan berikut:

a. Bisakah Observer mengkonsolidasi semua kartu kredit menjadi satu untuk memudahkan control terhadap spending dan cicilan kartu kredit Observer?

b. Pastikan kartu kredit yang Observer gunakan adalah yang memiliki bunga terendah atau bahkan yang menawarkan bunga 0% untuk jangka waktu tertentu. Sebagai perbandingan, apabila Observer memiliki kartu kredit dengan bunga 13.99% per tahun dengan saldo sebesar Rp. 5,000,000, apabila dibayar dengan minimum payment sebesar Rp. 150,000 / bulan, maka diperlukan 43 bulan untuk dilunasi ditambah Observer harus membayar bunga sebesar Rp. 1,368,000.  Bandingkan dengan cicilan 0% selama 24 bulan, tetapi dibayar sebesar Rp. 208,000 / bulan, maka Obsever bisa melunasinya dalam 24 bulan dengan biaya bunga nol persen.

c. Cobalah untuk melakukan penghematan dari biaya bunga.

2. Pada saat belanja kebutuhan sehari-hari:

a. Tukar merek dengan barang yang lebih generic dengan fungsi yang sama seperti tissue, dibandingkan membeli merek terkenal, Observer bisa membeli merek toko / generic yang lebih murah

b. Pastikan Observer menyisihkan waktu untuk melihat bulletin toko yang menyediakan daftar diskon. Atau, pastikan membaca harga yang terpampang supaya Observer bisa mendapatkan harga yang tepat.

c. Manfaatkan bulk discount – atau membeli dalam jumlah banyak apabila tersedia diskon untuk pembelian jumlah banyak.

d. Pertimbangankan untuk membeli banyak di tingkat grosir.

3. Puasa belanja barang-barang mewah dan non primer dan barang yang tidak diperlukan untuk survive saat ini seperti tas, sepatu dan lain-lain karena kita tidak tahu berapa lama pandemic ini akan berlangsung tetapi beberapa ahli keuangan personal di Indonesia saat ini sudah menyarankan agar setiap rumah tinggal menyiapkan likuiditas hingga 12 bulan.

Penghematan-penghemantan ini sekilas terasa seperti tidak signifikan. Tetapi, jangan lupa, sedikit-sedikit lama-lama menjadi bukit. Bersama pasti kita bisa mengalahkan wabah ini ya Observer.